Kacamata sangat berharga bagi saya. Karena tanpanya saya tak bisa melihat dengan jelas. Tak bisa membaca buku dengan jelas, tanpanya pun saya tak bisa melihat sesuatu yang jaraknya dekat sekalipun. Ahahay.. buta kale.., Dengan kacamata saya bisa melihat dunia saya. *lebay.com
Sungguh, awalnya tak ada niatan untuk pakai kaca mata. Suer werkewer-kewer tak ingin rasanya kacamata ini bertengger dimata saya. Yah, sejak saya pakai kacamata, saya jadi tergantung sama benda itu. apa-apa harus pakai kacamata, kemana-mana pakai kacamata. Kalau nggak gitu, saya nggak bisa melihat dengan jelas.
Pertama kali saya terjangkit rabun jauh (alah terjangkit.. kayak penyakit aja. wakakak). Saat itu saya kelas 6 SD. Siang itu saya lagi baca buku, secara bersamaan Om Imam tiba-tiba lewat begitu saja dihadapan saya, di lepasnya kacamata itu dan menaruhnya dimeja tak jauh dari posisi tempat duduk saya, sementara itu Om Imam pergi ke toilet.
Karena iseng, akhirnya saya coba pakai kacamata milik Om Imam itu. Asli pusing deh waktu pas pakai kacamatanya. Nggak mau lagi pakai kacamata. Setelah kejadian itu, saya merasa ada gangguan dimata saya. Saya tak bisa lagi melihat tulisan dipapan tulis. Tapi saya tidak pernah bilang sama ibu ayah.
Dan saat kelas 1 SMP itulah mata saya sudah tak bisa kompromi lagi. Kalau begini terus, saya tak akan bisa konsentrasi dengan pelajaran. Akhirnya saya beranikan diri untuk bilang sama ibu. Untung ibu baik, karena beliau janji akan membelikan saya kacamata. Ditemani ibu, saya pun melakukan pemeriksaan mata.
Setelah diperiksa, disitulah dokter bilang bahwa saya minus 1. Pertama kali pakai kacamata, uuuh.. nggak nyaman banget, kaku deh pokoknya, diledekin temen-temen lagi. Tapi ada sih yang bilang saya ini lebih cantik kalau pakai kacamata. Ahahay.. GR deh!
Beranjak SMA, minus saya bertambah menjadi min-2 . terpaksa ganti kacamata lagi. Eh, masuk bangku kuliah, minusnya tambah. Total minus adalah 2,5 .. hampir minus 3 lho! haduh.. lama-lama saya buta nih kalau begini terus. Akhirnya saya usahain selama seminggu makan wortel biar minusnya nggak nambah lagi. Kalian kan tahu, wortel itu mengurangi minus mata karena mengandung vitamin A didalamnya. Tapi setelah seminggu, saya berhenti makan wortel karena bosan dan rasanya emang aneh sih menurut saya.
Aktivitas selain membaca buku, saya juga sering mantengin computer, ditambah lagi dengan hobby saya nonton film sambil tiduran dikamar. Jadi, tak heran mata ini udah minus 2,5. ada niatan untuk mengurangin minus, nggak keren juga kali minus ini makin bertambah. Tapi niatan hanya ucapan belaka, sampai sekarang saya belum juga makan wortel agar minus mata berkurang.
Ada lho, temen saya dari SMP tuh udah pakai kacamata minus 2 pula. Dan saat SMA, bekalnya hanya wortel mulu dikelas, nah… pas dibangku kuliah, dia nggak pakai kacamata lagi. Wuidih hebat kan! Duh.. sejatinya saya juga pengen deh ngemut tuh wortel tiap hari. Doakan saja wes! Hehe…
Thanks for reading & sharing nonton online


0 komentar:
Posting Komentar